Pages

Banner 468 x 60px

 

Minggu, 01 Oktober 2017

Kebudayaan Cirebon

0 komentar
Kebudayaan Cirebon merupakan kebudayaan yang beraneka ragam dimana setiap keunikan dan kekhasan setiap budaya membaur menjadi satu. Seperti namanya Carubanegari yang berarti beranekaragam kebudayaan.
Cirebon dikenal dengan sebutan kota wali dimana Kota Cirebon dikenal dengan kota kerajaan. Kota cirebon diketahui memiliki keraton sebagai peninggalan sejarah pada masa kerajaan pada jaman dahulu. Keraton yang berada di Kota Cirebon bernama Keraton KesepuhanKeraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan peninggalan sejarah. Salah satu koleksi yaitu kereta Singa Barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati. Kereta tersebut saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 syahwal untuk dimandikan.
Ada beberapa macam acara kebudayaan yang masih saat ini dilakukan:
1.Tarling ( Gitar dan Suling)
Tarling merupakan alat musik traditional orang cirebon, Tarling merupakan perpaduan untuk menyatakan dirinya sejajar dalam koeksistensinya dengan Barat dicontohnya gitar, ditaklukannya dia lalu dimasukannya kedalam sistem nilai timur ( gamelan ), untuk kemudian betul-betul menjadi Cirebon. Lahir pula seni Burok dengan ditingkahi musik dog-dog, ia adalah Cirebon yang lahir dari Trans Kultural dengan angka persilangan budaya didalamnya.
2. Nadran 
Nadran merupakan kegiatan wajib yang sering dilakukan masyarakat pesisir pantai yang memiliki profesi sebagai nelayan. nadran merupakan suatu bentuk syukur para nelayan kepada alam selama satu tahun sudah diberi kelimpahan ikan. Dalam acara nadran ini para masyarakat melakukan beberapa ritual seperti membuat boneka raksaksa yang nantinya akan di lempar ke laut dan melemparkan berbagai macam makanan kelaut yang merupakan bentuk terima kasih kepada alam karena sudah diberi kelimpahan rezeki.
3.Muludan
Muludan merupakan acara tahunan yang dilakukan masyarakat sekitaran keraton yang dilakukan setiap Maulud Nabi. Muludan merupakan kegiatan yang hampir sama dengan pasar malam. dimana sekitaran keraton banyak orang-orang yang berjualan dan berkumpul. Setiap Maulud Nabi didalam keraton melakukan penyucian benda-benda pusaka seperti kris,kujang,dan barang-barang peninggalan kerajaan dahulu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Serba Ada © 2017